Kamis, 04 Desember 2014

formulasi vitamin B1 dan B6

PREFORMULASI PEMBUATAN TABLET VIT . B1 DAN VIT. B6

I.                   NAMA ZAT AKTIF, KEKUATAN SEDIAAN, DAN JUMLAH SEDIAAN
a.     Kekutan sediaan : tiap tablet 100 mg mengandung 4mg
Vit 16 dan 20mg vit B6
Persentasi vit B1dalam 1 tablet :  x 100 % = 4 %
Persentasi vit B6 dalam 1 tablet :  x 100 % = 20 %
b.     Jumlah sediaan                       : 200 tablet
c.     Diameter                                 : 8.6mm

II.                FORMULA DAN METODE
a.       Formula
R/ Thiamin Hcl 4 mg
Pyridoxin Hcl 20 mg
Avicel        41 mg
Starch 1500 33.5 mg
Mg Stearat 0.5 %
Talk 1 %

b.      Metode
Metode yang digunakan pada pembuatan tablet vitamin b1 dan vit b6 ini adalah dengan metode cetak langsung

c.       Alasan Pemilihan Metode
Dilihat dari sifat zat aktif yang memiliki daya alir yang baik serta dosis dalam tiap tablet yang relatif kecil maka metode yang dipilih adalah dengan cara kempa langsung alasan lain pemilihan metode ini yaitu agar lebih ekonomis karena proses yang dilakukan lebih sedikit, maka waktu yang diperlukan untuk menggunakan metode ini lebih singkat, tenaga dan mesin yang dipergunakan juga lebih sedikit sehingga biaya yang dibutuhkan pun lebih murah.

III.             ALASAN PEMILIHAN BAHAN TAMBAHAN
1.      Avicel PH 102
Fungsi             : Sebagai bahan penghancur (Desintegran) dengan konsentrasi 5-15%.
Alasan : Sebagai bahan penghancur avicel cukup baik untuk digunakan, karena mekanisme bahan ini dapat membuat air masuk kedalam matriks tablet dan memutuskan ikatan hidrogen diantara mikrokristal.
2.      Starch 1500
Penggunaan     :  Pengikat
Alasan             : Starch digunakan pada pembuatan tablet sebagai penghancur ataupun sebagai pengikat. Karena pada metoda kempa langsung pembuatan tablet tanpa melalui proses granulasi  sehingga dibutuhkan Starch sebagai pengikat agar tablet tidak mudah hancur. Untuk sediaan tablet starch sebagai pengikat digunakan 5-25% dari bobot tablet.
3.      Mg stearat
Penggunaan     :  lubrikan
Alasan             : merupakan lubrikan yang paling efektif dan digunakan secara luas dan memiliki daya lubrikan yang baik, kombinasi yang baik bersama dengan talk. Konsentrasi yang digunakan sebagai lubrikan adalah 0,2 – 2 %
4.      Talcum
Penggunaan     : glidan
Alasan             : dapat memperbaiki aliran granul dan biasanya dikombinasikan dengan magnesium stearat agar fungsi pelincir lebih optimal. Konsentrasi yang digunakan sebagai glidan adalah 1 – 5 % 

IV.             MANOGRAFI ZAT AKTIF DAN ZAT TAMBAHAN
1.   Vitamin B1
         Struktur bangun
a.       Pemerian                     : Hablur kecil atau serbuk hablur, putih, bau khas mirip ragi : rasa pahit
b.      Kelarutan                      : Mudah larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol, tidak larut dalameter P, dan dalam benzena.
c.       Penyimpanan               : Dalam wadah tertutup baik, terlindung dari cahaya.
d.      Khasiat & Kegunaan   : Antineuritikum
Farmakope Indonesia ed III

2.      Vitamin B6
Struktur Bangun
a.         Pemerian                         : Hablur atau tidak bewarna, atau serbuk hablur putih tidak berbau rasa asin
b.        Kelarutan                       : mudah larut dalam air; sukar larut dalam etanol; tidak larut dalam eter.
c.         Wadah & penyimpanan: dalam wadah tertutup rapat, tidak tembus cahaya.
d.        Stabilitas                                     : stabil di udara dan secara perlahan-lahan dipengaruhioleh cahaya matahari.
e.         Khasiat                           : vitamin neurotropik
Farmakope Indonesia ed III

3.      Talc
a.       Pemerian            : serbuk sangat halus, putih sampai putih abu-abu, tidak berbau. Langsung melekat pada kulit, lembut disentuh.
b.      Kegunaan           : anticaking agent, glidan, pengisi tablet dan kapsul, lubrikan tablet dan kapsul.
c.       Aplikasi dalam Teknologi atau Formulasi Farmaseutikal : digunakan pada sediaan oral padat sebagai lubrikan dan pengisi. Pemakaian :
·         Glidan dan lubrikan tablet : 1-10%
·         Pengisi tablet dan kapsul : 5-30%
d.      Kelarutan : praktis tidak larut dalam larutan asam dan alkali, larutan organik, dan air.
e.       pH                      : 6,5 – 10 untuk larutan dispersi 20% b/v
f.       Kekerasan          : 1 - 1,5
g.      Higroskopisitas : talc tidak mengabsorpsi sejumlah air pada suhu 25˚C dan kelembaban relatif naik hingga 90%.
h.      Distribusi ukuran partikel : bervariasi
i.        Indeks refraksi : nD = 1,54 – 1,59
j.        Gravitasi spesifik : 2,7 - 2,8
k.      Stabilitas : stabil, dapat disterilisasi dengan pemanasan pada 160˚C selama tidak lebih dari 1 jam.
l.        Inkompatibilitas : dengan senyawa amonium kuarterner.
Sumber :  Handbook of Pharmaceutical Excipient, 2nd ed, 1994, hal.519.

4.      Avicel PH 102
a.              Rumus Molekul           : (C6H10O5)n
b.             Sinonim                       : Microcrystalline Cellulose
c.              Pemerian bahan           :  Serbuk kristal yang mengandung porous particles, berwarna putih, tidak berwarna, tidak berasa
d.             Kelarutan                     :  mudah larut dalam 5% w/v larutan sodium hidroksida, praktis tidak larut dalam air, larutan asam, dan pelarut organic
e.              Ukuran partikel            : 20 – 200 μm
f.              pH  : 5 – 7.5
g.             Titik leleh/ lebur          : 260-2700 c
h.             Inkompabitilitas          : Zat pengoksidasi yang kuat
i.               Penyimpanan               : Wadah tertutup rapat, tempat kering
Sumber :  Handbook of Pharmaceutical Excipient, 2nd ed, 1994, hal.132
5.            Octadecanoic acid Mg salt (Magnesium stearat)
a.              Rumus molekul           : C36H70MgO4                    
b.              BM                              :  591,27
c.              Pemerian                    : hablur sangat halus, putih, berbau khas dan berasa.
d.             Kegunaan                    : lubrikan untuk tablet dan kapsul.
e.              Aplikasi dalam Teknologi atau Formulasi Farmaseutikal : digunakan untuk kosmetik, makanan, dan formulasi obat. Biasanya digunakan sebagai lubrikan pada pembuatan kapsul dan tablet dengan jumlah antara 0,25 – 5,0 %.
f.               Kelarutan                    : praktis tidak larut dalam etanol, etanol (95%), eter, dan air. Sedikit larut dalam benzen hangat dan etanol (95%) hangat.
g.              Densitas                      :  1,03 – 1,08 g/cm3.
h.              Sifat aliran                   : sulit mengalir, bubuk kohesif.
i.                Polimorfisme               : trihidrat, bentuk asikular dan dihidrat, bentuk lamellar
j.                Titik leleh                    : 88,5˚ C.
k.              Stabilitas                     : stabil.
l.                Inkompatibilitas          : dengan asam kuat,alkali, dan garam besi.
m.            Penyimpanan               : disimpan pada wadah sejuk, kering, tertutup.
Sumber :  Handbook of Pharmaceutical Excipient, 2nd ed, 1994, hal.280-282
6.      Amylum
a.              Rumus molekul (C6H10O5)n , dengan n = 300-1000
b.             Pemerian          : tidak berbau dan berasa, serbuk berwarna putih berupa granul-granul kecil berbentuk sferik atau oval dengan ukuran dan bentuk yang berbeda untuk setiap varietas tanaman.
c.              Kegunaan        : glidan; pengisi tablet dan kapsul; penghancur tablet dan kapsul; pengikat tablet.
d.             Kelarutan         : Praktis tidak larut dalam etanol dingin (95%) dan air dingin. Amilum mengembang dalam air dengan konsentrasi 5-10 % pada 37˚C.
e.              Aplikasi dalam Teknologi atau Formulasi Farmaseutikal: sebagai bahan tambahan untuk sediaan oral padat dengan kegunaannya sebagai pengikat, pengisi, dan penghancur. Pada formulasi tablet, pasta amilum segar dengan konsentrasi 50-25% b/b digunakan pada granulasi tablet sebagai pengikat. Sebagai penghancur, digunakan amilum dengan konsentrasi 3-15% b/b.     
f.              pH                               : 5,5 – 6,5
g.             Densitas                       : 1,478 g/cm30
h.             Suhu gelatinasi            :  73º C untuk pati jagung.
i.               Aliran                         : 10,8-11,7 g/det
j.               Kelembaban                : 11% untuk pati jagung.
k.             Distribusi ukuran partikel : 2-32 μm untuk pati jagung.
l.               Suhu pengembangan: 65˚ untuk pati jagung.
Sumber:  Handbook of Pharmaceutical Excipient, 2nd ed, 1994, hal.483-487

V.                KEMUNGKINAN PENGGANTIAN KOMPOSISI ZAT TAMBAHAN
Penggantian lactose monohydrate menggunakan avicel PH 102 hal ini didasarkan pada penelitian yang menunjukan bahwa avicel banyak digunakan pada metode kempa langsung karena tablet yang menggunakan avicel menunjukan kekerasan dan friabilitas serta sifat alir baik.
( livingstone & fox )


VI.             PERHITUNGAN
Fase luar 0.5 % + 1%        = 1.5 %
Mg stearat 0,05 x 100       =0.5 mg
Talcum      0,01 x 100       = 1  mg
Fase dalam 100 – 1.5        = 98.5 %
                                          =0,985 x 100
                                          =98.5 mg
Fase dalam tana zat aktif = 98.5 – 24
                                          = 74.5 mg
Maka
Avicel                                = 41 mg
Starch 1500                       = 33.5 mg

·         Untuk 200 tablet

1.      Thiamin Hcl                            = 4mg x 200 = 800 mg = 0,8 g
2.      Pyridoxin Hcl                          = 20 mg x 200 = 4000 mg = 4 g
3.      Lactos monohydrate               = 41 mg x 200 = 8200 mg = 8,2 g
4.      Starch 1500                             = 33.5 mg x 200 = 6700 mg = 6.7 g
5.      Mg stearat                               = 0.5 mg x 200 = 100 mg =0,1 g
6.      Talk                                         = 1 mg x 200 =200 mg = 0.2 g




VII.          EFEK FARMAKOLOGI
·         Vit B1 ( thiamin Hcl )
Absorpsi
Thiamin HCl dapat menstimulir pembentukan eritrosit dan berperan penting pada regulasi ritme jantung serta berfungsi nya susunan saraf dengan baik, dan digunakan juga pada neuralgia (nyeri pada urat).
Distribusi
Thiamin HCl disalurkan ke semua organ dengan konsentrasi terbesar di hati, ginjal, jantung dan otak. Biasa nya pada penyakit beri-beri yang  gejala nya terutama tampak pada system saraf dan kardiovaskuler,  system saraf neuritis, pada saluran cerna dengan kebutuhan minimum adalah 0,3 mg/1000 kcal, sedangkan AKG di Indonesia ialah 0,3-0,4 mg/hari untuk bayi 1,0mg/hari, untuk orang dewasa dan 1,2 mg/hari untuk wanita hamil. Farmakokinetik :Pada pemberian parenteral, absorbs nya cepat dan sempurna. Absorbsi per oral maksimum 8-15 mg/hari dicapaidenganpemberian oral sebanyak 40.

Metabolisme
Makanan setelah dicerna, diserap langsung oleh usus dan masuk kedalam saluran darah. Penyerapan maksimum terjadi pada konsumsi 2,5 – 5 mg tiamin per hari. Pada jumlah kecil, diserap melalui proses yang memerlukan energi dan bantuan natrium, sedangkan dalam jumlah besar,  diserap secara difusi pasif. Kelebihan vitamin thiamin Hcl dikeluarkan lewat urine, dengan metabolitnya adalah 2-metil-4-amino-5-pirimidin dan asam 4-metil-tiazol-5-asetat. Tubuh manusia dewasa mampu menyimpan cadangan sekitar 30 -70 mg, dan sekitar 80%-nya terdapat sebagai TPP (tiaminpirofosfat). Separuh dari thiamin Hcl yang terdapat dalam tubuh terkonsentrasi di otot. Meskipun tidak disimpan di dalam tubuh, level normal di dalam otot jantung, otak, hati, ginjal dan otot lurik meningkat dua kali lipat setelah terapi dan segera  menurun hingga setengahnya ketika asupan tiamin berkurang.

Ekskresi
Thiamin Hcl dalam dosis tinggi tidak menyebabkan keracunan, karena kelebihannya diekskresikan melalui kemih dalam bentuk utuh maupun metabolitnya.

·         Vit B6 (Piridoksin hidroklorida)
Piridoksin hidroklorida ( Vit B6 ) berperan penting dalam metabolisme asam amino, sehingga kosumsi sehari-hari harus sebanding degan konsumsi protein, karena protein di buat dari asam amino. Rata – rata konsumsi Vit B6 yang di anjurkan adalah 2,2 mg / hari untuk pria dan wanita 2mg / hari untuk wanita, dan 2,4 untuk wanita hamil dan laktasi.
Terdapat dua derivat piridoksin yaitu piridoksal dan piridoksamin. Piridoksal 5-phosphate (PLP) adalah kofaktor dalam banyak reaksi metabolisme asam amino.oleh karena itu dibutuhkan banyak enzim tubuh, vitamin B6 dapat mencegah penyakit  parkinson hingga 50%, merawat autism, mabuk alkohol, mual dari pagi, membantu keseimbangan hormon seks, anti- depresi , dan membantu membantu reaksi alergi.
Kekuranga vitamin B6 terjadi karena penyerapan yang buruk dalam saluran pencernaan atau pemakaina obat- obat yang menguras cadangan vitamin B6 dalm tubuh. Kekurangan vitamin ini juga tejadi pada penyakit keturunan yang menghambat metabolisme vitamin B6. Dampak kekurangan vitamin B6 adalah pecah – pecah di sudut bibir, kerusakan kulit, mual- mual, mudah pusing, anemia, mudah kena penyakit batu ginjal, terjadi sawan pada anak kecil. Orang yang mempunyai kadar vitamin B6 mudah menunjukan gejala seperti lemah, sifat lekas dan susah tidur. Sumber vitamin B6 adalah kacang – kacangan , telur, daging dan sayuran hijauseta buah- buahan.

Dosis vitamin B6 (25mg / hari ) sudah basil mengobati beberapa bentuk anemia sidroblasik dan untuk mengobati distonia ( perubahan tonus urat daging) pada penderita penyakit parkinson.pemberian vitamin B6 yang lebih banyak  (50mg) sudah di gunakan untuk mengobaticarpal turnel syndrome dengan hasil yang lebih memuaskan.

VIII.       DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Farmakope Indonesia. Edisi III. Jakarta
Rowe, Raymond C., Paul J. Sheskey, Walter G. Cook, Marian E. Fenton.2012. Handbook of Pharmaceutical Excipients. Pharmaceutical Press: Amerika.
Tjay,TH.dan K.Raharja.2002. obat obat penting :khasiat, penggunaan, dan efek efek sampingnya. Edisi 5. Elex media kompetindo : Jakarta.


1 komentar:

  1. 1xbet korean | legalbet
    1xbet korean. Legalbet Sportsbook 2021 | Legal Bet หารายได้เสริม on 1xbet korean Mobile 메리트 카지노 주소 | legalbet.co.kr. Check all the info on the online sports betting markets at legalbet.co.kr

    BalasHapus